Samarinda (26/4) — Kehadiran komponis dan pianis internasional Ananda Sukarlan dalam gelaran Nusantara Youth Music Olympic (NYMO) #5 menjadi salah satu momentum penting bagi perkembangan pendidikan musik, khususnya piano, di Kalimantan Timur. Tidak hanya hadir sebagai juri utama, Ananda Sukarlan juga terlibat dalam sesi masterclass privat yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kompetisi tersebut.

NYMO #5 yang diselenggarakan di Samarinda ini diikuti oleh lebih dari 180 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Para peserta mengikuti berbagai kategori kompetisi musik yang menjadi ruang pengembangan kemampuan artistik generasi muda di bidang musik klasik maupun modern.

Kehadiran Ananda Sukarlan dinilai membawa atmosfer baru dalam dunia kompetisi musik di daerah. Sebagai musisi Indonesia yang telah lama berkiprah di tingkat internasional, keterlibatan beliau tidak hanya memberi pengalaman kompetitif bagi peserta, tetapi juga membuka ruang pembelajaran langsung mengenai standar musikalitas, interpretasi, teknik, dan profesionalisme dalam dunia musik piano.

Dalam rangkaian kegiatan NYMO #5, sejumlah peserta terpilih juga memperoleh kesempatan mengikuti sesi masterclass privat bersama Ananda Sukarlan. Sesi tersebut menjadi pengalaman berharga karena peserta mendapatkan evaluasi dan pembinaan secara langsung dari musisi yang telah tampil di berbagai panggung dunia.

Panitia menilai bahwa kehadiran masterclass tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan musik di Kalimantan Timur.

“Melalui NYMO, kami ingin mempertemukan peserta daerah dengan standar dan wawasan musik yang lebih luas. Kehadiran Ananda Sukarlan bukan hanya memberi motivasi, tetapi juga membantu meningkatkan cara pandang terhadap kualitas permainan piano dan pendidikan musik secara umum,” ujar Hendra Yanuardi selaku principal NYMO.

Selain menghadirkan Ananda Sukarlan, NYMO #5 juga didukung oleh sejumlah juri dan praktisi musik lainnya yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan pertunjukan musik profesional. Kehadiran para juri tersebut memperkuat kualitas asesmen sekaligus menciptakan ruang evaluasi yang lebih edukatif bagi peserta.

Pada penyelenggaraan tahun ini, NYMO kembali menerapkan sistem penilaian “HaYeWay”, sebuah metode asesmen berbasis pendekatan hermeneutika yang diprakarsai oleh Hendra Yanuardi. Sistem ini menempatkan penilaian secara menyeluruh terhadap interpretasi musikal, kualitas artistik, performa, serta perkembangan peserta.

Melalui sistem tersebut, NYMO tidak menerapkan konsep juara 1, 2, dan 3 maupun pendekatan menang-kalah seperti kompetisi pada umumnya. Sebagai gantinya, peserta memperoleh penghargaan berdasarkan capaian prestasi sesuai rentang nilai yang diraih dari dewan juri.

Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan suasana kompetisi yang lebih sehat, apresiatif, dan membangun kepercayaan diri peserta, terutama bagi pelajar musik usia dini dan remaja.

NYMO #5 juga memperkenalkan sistem “Companion Judge”, yaitu pelibatan sejumlah guru sekolah musik dan musisi lokal sebagai pendamping juri utama. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun regenerasi juri musik di Kalimantan Timur melalui pengalaman observasi dan keterlibatan langsung dalam sistem penjurian profesional.

Melalui berbagai inovasi tersebut, NYMO terus berkembang bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan penguatan ekosistem musik di daerah. Penyelenggara berharap, langkah ini dapat menjadi awal dari peningkatan standar pendidikan dan apresiasi musik klasik di Kalimantan Timur dalam beberapa tahun ke depan.