SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR – Gelaran Nusantara Youth Marching Olympic (NYMO) 2026 di Samarinda tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga menjadi pusat transformasi ilmu bagi para pelatih marching band di Kalimantan Timur. Puncaknya, kompetisi yang digelar pada Minggu (28/4) di Gedung Serbaguna Kadrie Oening sukses menutup rangkaian acara dengan penuh antusiasme.

Membangun Ekosistem Lewat "The CEO Coach" Rangkaian acara telah dimulai sejak Jumat (26/4) melalui sesi Masterclass eksklusif bertajuk "The CEO Coach: Ungkap Rahasia Membangun Ekosistem pada Tim Pemenang". Bertempat di Aula Kantor DISPORA Kaltim, sesi ini dihadiri oleh 30 pelatih dari berbagai penjuru Kalimantan Timur, mulai dari Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Sanga-Sanga, Bontang, hingga Penajam Paser Utara.

Dua tokoh besar NYMO, Hendra Yanuardi dan Bambang Nurdianto, bertindak sebagai pemateri. Mereka membedah strategi kepemimpinan pelatih yang tidak hanya fokus pada teknis musik, tetapi juga pada pengelolaan manajemen tim layaknya seorang CEO untuk menciptakan ekosistem unit yang juara dan berkelanjutan.

Kompetisi Berbasis Edukasi Pada hari kompetisi, sebanyak 16 tim menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri nasional. Menggunakan sistem penilaian "HaYeWay" yang berbasis metode hermeneutica, NYMO memberikan ruang bagi setiap tim untuk menerima input evaluasi yang jujur tanpa beban konsep "menang-kalah" konvensional.

Mata lomba seperti Concert Art, Color Guard Contest, hingga format inovatif Drumline Showdown berhasil memukau penonton dan juri yang terdiri dari para direktur NYMO serta juri tamu Rachmat Setiawan dan Rachmadani Prima Suci.

Estafet Menuju Lombok Ketua Penyelenggara, Amelda Sari, mengungkapkan bahwa kesuksesan di Samarinda ini merupakan awal dari rangkaian panjang NYMO di tahun 2026. "Kami melihat visi edukasi ini disambut dengan luar biasa di Kalimantan Timur. Semangat ini akan terus kami bawa ke titik-titik selanjutnya di Indonesia," ujarnya.

Setelah Samarinda, NYMO akan melanjutkan misi edukasinya ke Nusa Tenggara Barat. Seri NYMO berikutnya dijadwalkan akan mengguncang kawasan Lombok pada bulan Juni mendatang, yang diprediksi akan menarik minat peserta yang lebih luas dari berbagai wilayah di Indonesia.