Samarinda, 28 April 2026 — NYMO Field, cabang kompetisi marching band dari Nusantara Youth Music Olympic (NYMO), sukses menggelar penyelenggaraan perdananya di Gedung Serbaguna Kadrie Oening, Samarinda, pada 28 April 2026. Kehadiran NYMO menjadi langkah baru dalam pengembangan dunia marching band di Kalimantan Timur sekaligus Indonesia, dengan membawa konsep kompetisi yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga edukasi dan pertumbuhan setiap unit marching band.
NYMO diprakarsai oleh lima tokoh besar marching band Indonesia yang tergabung sebagai Board of Directors NYMO, yaitu Hendra Yanuardi, Hendri Sulistiyo, Arwan Pangerang, Bambang Nurdianto, dan Amelda Sari. Mengusung tagline “When masters create a stage, greatness follows. Be there!”, NYMO hadir dengan visi menghadirkan kompetisi marching band nasional yang dibangun atas idealisme murni untuk pengembangan kualitas, edukasi, dan growth setiap peserta.
Berbeda dengan kompetisi marching band pada umumnya, NYMO tidak hanya menghadirkan tokoh besar sebagai dewan juri, melainkan menjadikan para master tersebut sebagai penggagas dan penyelenggara utama acara. Hal ini menjadi salah satu kekuatan utama NYMO dalam menghadirkan kualitas penyelenggaraan yang profesional, edukatif, dan sesuai kebutuhan komunitas marching band modern.
Penyelenggaraan perdana NYMO Field di Samarinda diikuti oleh 16 tim peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, termasuk Samarinda, Sanga-Sanga, dan Kutai Kartanegara. Kompetisi berlangsung dengan atmosfer kompetitif yang sehat dan penuh apresiasi terhadap kreativitas serta perkembangan setiap tim.
NYMO Field menghadirkan beberapa mata lomba, yaitu:
Concert Art
Color Guard Contest
Drumline Showdown
Pianika Ensemble
Brass Ensemble
Individual Percussion
Duo Color Guard
Salah satu hal yang menjadi pembeda utama NYMO adalah penggunaan sistem penilaian hermeneutica bernama Sistem HaYeWay. Dalam sistem ini, tidak terdapat konsep menang dan kalah secara konvensional. Setiap peserta menerima penilaian dan masukan murni dari dewan juri sebagai bahan evaluasi dan pengembangan untuk tim masing-masing.
Pencapaian peserta diberikan dalam bentuk medali berdasarkan scoring system:
Nilai 79 ke atas memperoleh Gold
Nilai 69–78 memperoleh Silver
Nilai 50–68 memperoleh Bronze
Nilai di bawah 50 memperoleh Participant
Dewan juri terdiri dari empat director NYMO, yaitu Hendra Yanuardi, Hendri Sulistiyo, Arwan Pangerang, dan Bambang Nurdianto. Sementara Amelda Sari bertugas sebagai Ketua Penyelenggara. Selain itu, NYMO juga menghadirkan dua juri tambahan yang dikenal luas di dunia marching band Indonesia, yaitu Rachmat Setiawan dan Rachmadani Prima Suci.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, NYMO juga menyelenggarakan sesi masterclass bertajuk “The CEO Coach: Ungkap Rahasia Membangun Ekosistem pada Tim Pemenang” pada 26 April 2026 di Aula Kantor DISPORA Kalimantan Timur, Samarinda. Sesi ini diisi langsung oleh Hendra Yanuardi dan Bambang Nurdianto, serta dihadiri sekitar 30 pelatih marching band dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, termasuk Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Sanga-Sanga, Bontang, Penajam, dan kota lainnya.
Ketua penyelenggara NYMO Field menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, official, sponsor, partner, panitia, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya event perdana ini.
“NYMO hadir bukan sekadar untuk menghadirkan kompetisi, tetapi menjadi ruang belajar, bertumbuh, dan membangun ekosistem marching band yang sehat dan berkelanjutan. Kami percaya bahwa setiap tim memiliki potensi besar untuk berkembang ketika diberikan panggung yang tepat.”
Kesuksesan penyelenggaraan perdana NYMO Field di Samarinda menjadi langkah awal bagi pengembangan seri-seri NYMO berikutnya di berbagai daerah Indonesia. Setelah Samarinda, NYMO akan melanjutkan rangkaian event berikutnya di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Juni mendatang.
Dengan suksesnya penyelenggaraan pertama ini, NYMO Field menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan standar baru kompetisi marching band nasional yang profesional, edukatif, dan berorientasi pada perkembangan generasi muda Indonesia.